INFO BLOG :

30 November 2011

kuliah online bersama ustadz yusuf mansur (tauhid I)


oleh Network ustadz Yusuf mansyur 

Bahagia bener saya pagi ini. Hampir jam 01 saya bangun dari tidur yang terasa sudah terlalu lama. Ugh, padahal saya lihat jam, saya trnyata baru tidur jam 11 malam tadi.
Saya bahagia sebab saya pulang jam 00 lewat dalam keadaan saya sehat. Saya masuk ke kamar saya, istri saya tertidur dengan pulasnya. Dan di sebelahnya tertidur jagoan kecil kami, Muhammad Yusuf al Haafidz, juga dalam keadaan yang sehat. Saya kontrol kamar Wirda, Qumii dan Abang Kun. Semuanya tertidur pulas. Ada ketenangan di wajah-wajah mereka. Saya cium Wirda dan saya mendoakan anak-anak saya. Tidak lupa juga saya doakan para santri.
Saya bahagia, sebab jam 10.30 malam sebelumnya saya ketemu dengan Haji Amril dan Ibu Amril. Dua donatur pondok yang sudah menganggap kami sebagai keluarga mereka dan mereka juga sebagai keluarga kami. Dari awal kami membangun Bulak dan hingga ke Sekolah Internasional ini, beliau berdua dan keluarganya menemani kami. Saya makan roti cane plus kare. Duh, nikmatnya diberi kesehatan.
Saya bahagia, bahwa jam 21 sebelumnya saya berangkat ke Ustadz Abu Sangkan, pimpinan Shalat Center yang menggerakkan Indonesia untuk shalat khusyu’. Ustadz fenomenal ini salah satu inspirasi saya. Saya bahagia saya didoakan di tengah-tengah ribuan jamaahnya yang saat itu hadir di Shalat Center di Jati Makmur, Pondok Gede. Di sana, ada satu jamaah yang juga sudah seperti keluarga bagi saya pribadi, Haji Syamsul Ma’arif Surabaya. Dan dari beliaulah menjadi wasilah saya ketemu dengan Ustadz Abu Sangkan. Say didoakan Ustadz Abu Sangkan agar lidah saya, hati saya, pikiran saya, gerakan saya, menjadi atas nama Allah. Dan cukup panjang bagi saya Ustadz Abu Sangkan mendoakan saya, hingga saya hampir-hampir meneteskan air mata. Ya, saya rasa, beginilah ketika tamu-tamu saya datang ke pesantren, selalu saya bacakan doa di tengah-tengah santri. Barangkali inilah salah satu balasan Allah untuk saya dan keluarga saya. Alhamdulillah. Saya pun bahagia, begitu mau pulang saya dihadiahinya buku “Spiritual Salah Kaprah”. Alhamdulillah.
Saya bahagia, jam 17.00 nya kurang lebih, saya sampai di kediaman Haji Ramos, orang tua dari Fadhil santri kami. Meskipun jaraknya terasa jauh, Ketapang-Cilegon, namun ditempuh “hanya” satu jam dari pondok. Dan saya manfaatkan untuk istirahat. Saya jalan jam 16, setelah sebelumnya menyempatkan berjamaah dengan indah bersama satu dua guru yang tersisa di pondok dan para tukang. Diimami oleh mertua saya. Alhamdulillah.
Saya tiba, anak-anak santri yang saat itu berjadwal buka puasa dan tarawih bareng di kediaman Haji Ramos tampak bahagia sekali. Ternyata memang para santri benar bahagia. Senang. Sebab kediaman Haji Ramos ini unique. Ada kolam renang yang terkoneksi dengan sekian rumah yang melingkar di Cilegon Residence, di bahagian tengahnya. Dan kolam renang itu seperti di tempat pelesir. Para santri senang, saya tambah senang lagi melihatnya. Saya bercanda dengan Fadhil dan beberapa santri kawan Fadhil, “Jangan kebetahan ya, nanti lupa balik ke pesantren, he he he”.
Saya bahagia, sebab jam 17.15 nya saya bercengkerama dengan beberapa wali santri yang lain yang ternyata turut diundang di acara tersebut, sehingga menjadi hadiah yang tidak terkatakan buat saya besarnya. Kesempatan berdialog dengan wali santri adalah sesuatu yang mahal buat saya. Bisa berbagi, bisa share, bisa satu rasa.
Saya bahagia, di antara percakapan kami adalah tentang Baitullah. Tentang rumah Allah.
Fabi-ayyi aalaa-i robbikumaa tukadzdzibaan, nikmat mana lagi yang engkau dustakan? Tanya Allah kepada kita semua.
Saya bahagia menjadi bahagian dari dakwah ini. Mudah-mudahan saya bisa menemani perjalanan Saudara semua sambil turut pula belajar.

6 Pesan Masuk:

kihn maulana mengatakan...

Ustad juga ayah jika ,ustad anggap semua muslim saudara termasuk kami.
Terima kasih atas diari ayah yang di dalamnya banyak nikmat الله ,aku termenung ketika di kalimat "nikmat mana lagi yg engkau dustakan ?
Ayah aku salah satu umat yang tidak bisa bersyukur.

Anonim mengatakan...

I constantly spent my half an hour to read this weblog's articles or reviews every day along with a mug of coffee.

Feel free to surf to my site: Its About Time Grindstone Mattseh

Anonim mengatakan...

I think that is one of the such a lot vital information for me.
And i am glad studying your article. But wanna observation on some common issues, The web site taste
is ideal, the articles is really nice : D. Excellent process, cheers

my webpage: http://www.grindmattsehmichajordanbofu2.com

Bunga mengatakan...

Ya AlLah.. .. kapan ya saya bisa ketemu Ustadz Yusuf Mansur

Fariha mengatakan...

saya juga sangan ingin bertemu dengan beliau, saya ingin anak saya didoakan oleh beliau

sang pemimpi mengatakan...

Allahu Akbar..... Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada Engkau Ustad, agar selalu gigih dalam membimbing kami... syukron katsir....

Poskan Komentar

Indahnya Berbagi - ALLAH MAHA KAYA
Pena Sahabat Kisah Keajaiban Sedekah & Cerita Islam

Posting

Posting
SEMUA MILIK ALLAH SWT.

Pesan Via FACEBOOK

 
Design by Warnet Affanet | Bloggerized by Affanet - Premium Blogger Themes | Jiwasedekah Blog's