>

INFO BLOG :

02 April 2011

Kisah Sedekah yang Menyentuh Hati

Kisah Sedekah yang Menyentuh Hati


Kisah Sedekah yang Menyentuh Hati

Kisah di bawah ini adalah kisah yang didapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus.

Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua." Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.

Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikkan tangannya kearah kami.

Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar-benar 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya ."Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT." Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA! Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

50 Pesan Masuk:

Anonim mengatakan...

Menyentuh hati artikelnya

sambil blog walking www.abdisr.blogspot.com

namakukeke mengatakan...

assm...
ibu yang baik hati,semoga semua tulisan ibu bisa bermanfaat untuk yg membacanya.
Tapi alangkah baiknya "backgroud hitam dan tulisan putihnya dirubah".
Waktu membaca menjadi sakit mata saya.
maaf sebelumnya
wassalam

KEAJAIBAN BERSEDEKAH mengatakan...

WALAIKUMSALAM
terima kasih atas respon dan masukannya bagi website kita bersama maaf kemarin template kami rubah warnah hitam supaya speed loadingnya eee ternyata kurang enak bt dibaca ini dirubah lagi semoga lebih enak dibaca dan ada nuansa islaminya

JAZAKUMULLOH

Irawan mengatakan...

terimakasih ibu buat pelajaranya pagi ini..
saya mohon ijin mau nyalin artikelnya,
saya sangat setuju dengan kata2 ibu
"Tersenyumlah dengan 'HATImu"

Anak Pribumi9 mengatakan...

seperti itulah reaksi hati jika hati kita tidak tidak tertutup...
semoga Allah meridloi kita, amien..

ina sosang mengatakan...

Semoga saya dan kita smua bisa betul2 memahami dan melaksanakan pelajaran yg bisa dipetik dari alinea terakhir kisah di atas :
MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!
Amin.

Abdul Sidin mengatakan...

Allah swt memberikan rezky kepada 2 orang yg dekil itu melalui tangan ibu....shubuhanllah' Smoga allah swt membalas kebaikan ibu dan kluarga.amin yaa allah...

Rozani Oca mengatakan...

Alhamdulillah, ini pelajaran buat saya .... mudah2an bermanfaat unt semua amiiin

KEAJAIBAN BERSEDEKAH mengatakan...

- mas @ieawan silahkan dicopy dan disebarkan isi
web ini.
- mas anak pribumi9 semoga membawa ilmu setelah baca2 artikel saya
- mas Abdul Sidin jazakumulloh semoga menambah kebaikan untuk kita dan keluarga
- saudara rozani oca amin amin semoga bermanfaat

Anonim mengatakan...

subhanallah, ceritanya sangat menyentuh semoga kita bisa mengambil hikmahnya,amin. syukron.

KEAJAIBAN BERSEDEKAH mengatakan...

terima kasih sudah berkenan membaca artikel-artikel kita semua di JIWASEDEKAH BLOGS

semoga membawa berkah dan kebaikan untuk kita semuannya, amin

eng.deva mengatakan...

ijin sharing mas beberapa artikel agar bia di ambil hikmatnya untuk semua oran trimakasih

Anonim mengatakan...

ijin sharing mas beberapa artikel agar bia di ambil hikmatnya

KEAJAIBAN BERSEDEKAH mengatakan...

SILAHKAN SAUDARAKU SEMUA ISI DI BLOG BEBAS DI COPY DAN DI SEBAR LUASKAN UNTUK MENAMBAH KEMANTABAN IMAN KITA

AMIN JAZAKUMULLOH ATAS WAKTUNYA SDH MAMPIR KE JIWASEDEKAH BLOGS

deva mengatakan...

ijin share ya mas .. insyaalloh berkah

Frans Setiagung mengatakan...

silahkan saudara DEVA semua isi blog seerhana bebas dicopy dan disebarkan...

JAZAKUMULLOH
semoga menambah pengetahuan dan pengalaman kita tentang indahnya SEDEKAH

Indah tithania mengatakan...

saya sangat tersentuh dengan cerita anda,semoga Allah SWT melimpahkan berkah x Amin

Frans Setiagung mengatakan...

amin....SEMOGA BS MEMBERI KITA SURITAULADAN SEMUA ISI2 POSTING

JAZAKUMULLOH SEMOGA ALLAH MELIMPAHKAN RAHMAD UNTUK KITA SEMUANNYA AMIN

merpati jalanan mengatakan...

CERITA YANG LUAR BIASA, SEMOGA TUHAN SELALU MEMBERKAHI KITA ATAS APA YANG KITA LAKUKAN

Danangboll mengatakan...

subehanallah cerita yang bagus sekali

Kumpulan Puisi mengatakan...

Cerita anda begitu menyentuh hati saya subehanallah

Anonim mengatakan...

subhanallah,sangat menyentuh hati,ijin share

Frans Setiagung mengatakan...

JAZAKUMULLOH TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGNYA

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1933H
-----------------------------------------------
semoga amal kebaikan kita diterima di sisiNYA
amien.

Fulanah mengatakan...

Subhanallah, sangat mengharukan, semoga setiap yang membaca kisah ini jadi lebih bersemangat untuk bersedekah dan lebih mengasihi sesama.

Anonim mengatakan...

aku pingin cerita tentang yang aku alamin gimana caranya yah,,plese infonya...trims

Frans Setiagung mengatakan...

Bagi temen2 yang mau menyumbangkan cerita atau kisah pribadinya bisa kirim email ke jiwasedekah@gmail.com kami akan tayangkan cerita atau artikelnya.

terima kasih atas perhatiannya dan sumbangan artikel ke admin jiwasedekah blogs

SEMOGA SEMUA AMAL KEBAIKAN TEMAN2 DITERIMA ALLOH SEBAGAI AMAL KEBAIKAN UNTUK SESAMA UMATNYA AMIN....

Nurul fajar mengatakan...

terimakasih ibu...artikel ibu betul betul menyentuh hati saya...

mencari uang dollar GRATIS mengatakan...

alhamdulilah blogsnya SUKSES
semoga membawa manfaat

AFFANET GROUP

Anonim mengatakan...

Gak kuat bacanya, dua kali balik cuci muka.
terimakasih pelajarannya, sangat menyentuh :)

a Little Bee Say.... mengatakan...

Subhanallah..
cerita yang begitu menginspirasi,
izin share yahhh..

an organic era mengatakan...

subhanalloh....
aku juga buktiin sendiri kalo sedekah itu ajaib...
cumasukin 5 ribu kekotak amal masji pada hari jum'at, sabtu sore ada orang dateng ngasih 50 ribu... dulu waktu di bali, cuma punya duit 3.500, mau beli roko, tapi gak cukup buat beli sebungkus, apa lagi pas hari jum'at. akhirnya aku masukin aja ke kotak amal waktu shalat jum'at. eh, 6 hari kemudian, ada yang ngasih baju batik Pekalongan seharga 50 ribu.... 2 cerita ini aja cukup, yang lain juga masih banyak.

GUDANG MP3 DAN VIDEO mengatakan...

Subhanallah.... sungguh menyentuh hati gan...

sugison senada mengatakan...

mantab dahhhh............

Iskan Dar mengatakan...

Subahanalal air mata menes haru setelah membaca cerita ibu

Musdaliansyah Irin mengatakan...

YA...ROBB ,, BERIKAN YANG TERBAIK BUAT PENULIS KISAH INI,,DAN JADIKAN KAMI ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK MU,,,AMINNN

adji mengatakan...

barakallahu lak wahai saudaraiku

miaalamm mengatakan...

Huhuhuhu terharu bnget bu bacax dan menyentuh hati, Ijin copas bu

miaalamm mengatakan...

Terharu bngt bu,Ijin copas ya bu

mano riza mengatakan...

Subhanallah.... sungguh menyentuh hati..........

Anonim mengatakan...

Excellent post however , I was wanting to know
if you could write a litte more on this subject?
I'd be very thankful if you could elaborate a little bit more. Many thanks!

Have a look at my website ... www.grindmattsehmichajordanbofu2.com

Anonim mengatakan...

RADO_FERNANDO mengatakan..

Sesungguhnya SURGA lah tempat terbaik bagi Orang2 yang mau berbagi... kita ini hanya perantara Yang Maha Kuasa tuk melihatkan betapa Mulianya perbuatan yang Baik... Sesunggunya Harta Dunia tidak dapat dibawa Mati hanya Amal Ibadah lah yang bisa menolong kita di Hari Akhir Nanti...

David David mengatakan...

Subhanallh bgitu bsar plajaran yg dpt saya ptik dari kisah ini...smoga saya bisa brbuat kbaikan untk sesama uat allah...amin..amin..amin..

David David mengatakan...

Subhanallh bgitu bsar plajaran yg dpt saya ptik dari kisah ini...smoga saya bisa brbuat kbaikan untk sesama uat allah...amin..amin..amin..

David David mengatakan...

Subhanallh bgitu bsar plajaran yg dpt saya ptik dari kisah ini...smoga saya bisa brbuat kbaikan untk sesama uat allah...amin..amin..amin..

Anonim mengatakan...

Subhanallah....
ijin share ya....smoga bermanfaat buat yg lain

Nova dwi mengatakan...

Subhanallah.... O:)

baiq elvicky mengatakan...

mengharukan..
jadi pengen nangis..

Nina Dewi mengatakan...

subhanalloh ....
terharu )!

Nina Dewi mengatakan...

sAngat mengharuka.

angga sutisna mengatakan...

sangat menyentuh hati. sampai saya meneteskan air mata.
saya mohon ijin copy untuk di publish di website saya. Terima kasih.

Poskan Komentar

Indahnya Berbagi - ALLAH MAHA KAYA
Pena Sahabat Kisah Keajaiban Sedekah & Cerita Islam

Pesan Via FACEBOOK


SEMUA MILIK ALLAH SWT.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons