INFO BLOG :

07 December 2012

Kasihilah Ibumu Selagi Ia Masih Hidup

"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. 

KASIH IBU

Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. 

Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. 
Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah. Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. 

Beberapa waktu kemudian ia pu menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.
Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. 


Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. "Kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Tidak ada kasih dan cinta yang lebih dari segalanya selain kasih dan cinta seorang ibu untuk anaknya. Ibumu akan berbuat apa saja untuk melindungi dan menolong engkau saat dalam bahaya"."Sekali lagi, kasihilah ibumu selagi ia masih hidup. Esok mungkin terlambat"

35 Pesan Masuk:

khodijah nafis said...

subhanallah benar2 ibu yg sholiha mg2 dg baca ini sya bs menjadi ibu yg baik dan uswatun hasanah u ank2 q

yusepsaepulhak said...

SUBHANALLAH KASIH IBU PADA BETA TAK TERHIUNGGA SEPANYJANG MASA ,,KITA SEBAGAI ANAK JAGALAH IBU KITA JANGAN SAMPAI ADA AIR MATA KELUAR DARI MATANYA AKIBAT ULAH KITA ,,

yusepsaepulhak said...

SUBHANALLAH KASIH IBU PADA BETA TAK TERHIUNGGA SEPANYJANG MASA ,,KITA SEBAGAI ANAK JAGALAH IBU KITA JANGAN SAMPAI ADA AIR MATA KELUAR DARI MATANYA AKIBAT ULAH KITA ,,

yusepsaepulhak said...

subhanallah emang bener kasih sayang ibu pada anknya ga bakalan bisa kebalas meskipun giganti dengan apa yang ada di dunia ini?

neli said...

Allahu Akbar .......

Abdul Rasyid said...

Sedih

Abdul Rasyid said...

Sedih

Mazmy said...

Ibu lebih mementingkan Kebahagiaan anak dari pada apapun.

Enggar Asmoro said...

mampir iya gan enggarsikeren.blogspot.com

sulaiman said...

habis baca aku pengen nangis

sulaiman said...

habis baca terasa air mata mau mengalir

profil said...

Cinta sejati hanyalah milik sang ibu buat anaknya.

lagumusik said...

jadi kangen sama ibu :D

kurayaw said...

Insya allah saya akan berusaha untuk slalu berbakti kepada ibu saya...

Rezza Indra Rahayu said...

Subhanallah sangat mngharukan :(

Anonymous said...

Anna mengatakan bahwa seorang ibu adalah segalanya, baik sebagai wanita yang melahirkan kita, sahabat kita diwaktu senang maupun susah, ibu juga sebagai malaikat yang selalu siap melindungi kita dari segala mara bahaya jadi benar pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang masa sampai kita tak bisa membalasnya



Anonymous said...

Aries-070474-yk, mengatakan bahwa ibu adalah segalanya bagi kita, beliau selain sebagai wanita yang melahirkan kita juga sebagai sahabat yang selalu bersedia menemani kita dikala suka maupun duka, ibu juga sebagai malaikat yang selalu melindungi kita dari segala marabahaya. Jadi benar adanya pepatah kasih ibu sepanjang masa sehingga kita tidak bisa membalasnya dengan apapun. Wahai semua yang masih punya ibu sayangi, hormati dan jaga sebaik mungkin sebelum datang penyesalan

Bayu Santoso said...

shodaqoh97.blogspot.com

yophy apsa said...

;(
Maksih ceritanya. .

yophy apsa said...

;(
Makasih ceritanya

sunita razika said...

Subhanallah sungguh luar biasa pengorbanan seorg ibu kpd anknya,,
Dr mulai mengandung sampai melahirkn n merawatnya hingga dewasa..
Surga d bawah kaki ibu..
Insaallah q akn menjdi ank yg berbakti kpd ibu q..
Aminn

sunita razika said...

Subhanallah

aprianto said...

thanks sob

abenk said...

baru kali ini gw nangis lagi setelah baca cerita ini inget nyokap..

larasati agis said...

jadi inget ibu.............

ma'ruf falah said...

http://mihroj.blogspot.com/2013/04/4-sehat-5-sempurna-untuk-iman-kita.html


permisi mau ikut koment yah...

ma'ruf falah said...

http://mihroj.blogspot.com/2013/04/4-sehat-5-sempurna-untuk-iman-kita.html


permisi mau ikut koment yah...

khieQhy said...

Jd sedih, maaf ya mah q slalu buat mama marah..... :(

saryono kingsocha said...

kasih ibu sepanjang masa,sayangilah ibumu..

saryono kingsocha said...

subhanallohh..

Anonymous said...

each time i used to read smaller content that as well clear their motive, and that is also happening
with this post which I am reading now.

Feel free to visit my homepage :: website now

Rendi Prastian said...

Sungguh memilukan, setelah membaca terasa menangis dalam hati

maafkan aku ibu, aku belum bisa membuatmu bahagia

Rendi Prastian said...

Sungguh memilukan, setelah membaca terasa menangis dalam hati

Maafkan aku ibu aku belum bisa membuatmu bahagia

LASARI said...

perih hatiq belum bs membahagiakan ibuq...utk alm ayahq terciNta maafkan aq,semoga engkau bahagia disisiNYA..AMIN

Anonymous said...

Allah Maha Besar, hanya Allah yang bisa menggerakkan hati seorang Ibu untuk berkorban apa saja kepada anaknya, dan hanya Allahlah yang akan membalas ketulusan hati seorang Ibu. Hormatilah dan doakanlah Ibumu.

Post a Comment

Indahnya Berbagi - ALLAH MAHA KAYA
Pena Sahabat Kisah Keajaiban Sedekah & Cerita Islam

Posting

Posting
SEMUA MILIK ALLAH SWT.

Pesan Via FACEBOOK (komen yang berhubungan dengan promo akan kami hidden)

 
Design by Warnet Affanet | Bloggerized by Affanet - Premium Blogger Themes | Jiwasedekah Blog's