INFO BLOG :

14 July 2012

Pertolongan Sedekah Sepuluh Ribu Rupiah

Pertolongan Sedekah Sepuluh Ribu Rupiah
Menjelang shalat Isya, seorang wartawan duduk kelelahan di halaman sebuah masjid. Perutnya bertalu-talu karena keroncongan. Kepalanya clingak-clinguk mencari tukang jual makanan, tapi tak kunjung menemukannya. Dari wajahnya, tampak gurat-gurat kekecewaan.

Usut punya usut, si Wartawan ini tengah kecewa berat karena gagal bertemu dengan seorang tokoh yang hendak diwawancarai. Betapa tidak kecewa, sejak siang hari dia sudah "mengejar-ngejar" tokoh tersebut. Siang hari, mereka janji bertemu di sebuah kantor.

Beberapa saat sebelum waktu pertemuan itu berlangsung, tokoh penting ini mendadak membatalkan janji, ada acara mendadak katanya. Militansinya sebagai seorang wartawan untuk mendapatkan berita telah membuat pria muda ini mendatangi hotel tempat si Pejabat meeting. Dua jam lamanya, dia menunggu. Namun sial, si Pejabat itu keluar dari pintu samping hotel sehingga tidak sempat bertemu sang Wartawan.

Tidak mau patah arang, dia segera mencari tahu di mana keberadaan pejabat itu. Dia pun mendapatkan informasi bahwa orang yang dicarinya itu sudah pulang ke rumahnya di sebuah kompleks perumahan elite. Tanpa banyak berpikir, sang Wartawan tancap gas. Dengan motornya yang sudah agak butut, dia mendatangi perumahan tersebut. Walau harus tanya sana-tanya sini, akhirnya dia bisa sampai ke rumah si Pejabat.

"Aduh maaf, Mas, Bapaknya barusan pergi lagi. Ada pertemuan lagi katanya. Tapi, Bapak nggak bilang di mananya," kata si penghuni rumah.

Lunglailah kaki si Wartawan. Dia pun pergi. Berkali-kali dia coba mengontak si pejabat, tetapi berkali-kali pula ponselnya tidak diangkat. Sudah terbayang di benaknya kalau nanti malam dia akan ditegur atasannya karena tidak mampu mendapatkan berita. Perutnya yang keroncongan seakan menambah derita.

Saat duduk di masjid itulah, dia melihat seorang kakek yang baru saja menunaikan shalat maghrib. Dipandanginya kakek itu. Tampangnya sangat tidak meyakinkan: tinggi, kurus, jambang putihnya tidak terurus, pakaiannya sangat sederhana dan sudah luntur warnanya, sandal jepitnya pun sudah butut.

Kakek itu menghampiri sebuah tanggungan kayu bakar. Lalu, mengambil topi dan duduk melepas lelah takjauh dari tempat si Wartawan. Kerutan wajahnya yang hitam terbakar matahari seakan tampak makin mengerut karena kelelahan.

"Cep, peryogi suluh henteu? Peserlah suluh anu Bapa, ieu ti enjing-enjing teu acan pajeng!" kata Pak Tua kepada si Wartawan. Maksudnya, dia menawarkan kayu bakar yang dibawanya karena sejak dari pagi tidak laku-laku.

"Punten Bapa, abdi di Bumi teu nganggo suluh (Maaf Bapak, saya di rumah tidak menggunakan kayu bakar)," jawabnya.

"Oh muhun, teu sawios. Mangga atuh, Bapa tipayun, (Oh iya, nggak apa-apa. Kalau begitu permisi, Bapak duluan)," ujar Pak Tua penjual kayu bakar itu.

Sebelum Pak Tua itu pergi, si Wartawan segera mengambil dompet. Dilihatnya hanya ada uang sepuluh ribu, satu-satunya, plus beberapa keping uang receh. Itulah hartanya yang tersisa pada hari itu untuk makan dan membeli bensin. Namun, semua itu dia abaikan. Dia berikan uang sepuluh ribu itu kepada Pak Tua. Walau awalnya menolak, tapi akhirnya dia menerimanya pula.

Sambil menahan tangis haru, Pak Tua berkata, "Hatur nuhun Kasep, tos nulungan Bapak. Mugi-mugi Gusti Alloh ngagentosan kunu langkung ageung (Terima kasih, Cakep, sudah menolong Bapak, semoga Gusti Allah menggantinya dengan yang lebih besar)." Ternyata, Bapak ini sejak pagi belum makan dan tidak punya uang untuk pulang.

Selembar sepuluh ribu telah mengubah segalanya. Dia te-lah sudi memasukkan rasa bahagia kepada saudaranya yang tengah kesusahan, Allah Swt. pun langsung membalasnya dengan memasukkan rasa bahagia yang berlipat-lipat ke dalam hatinya.

Rasa lapar, penat, dan hati dongkol yang sebelumnya mendominasi dirinya langsung hilang sirna berganti kelapangan dan kebahagiaan. Uang sepuluh ribu itu benar-benar memberikan kepuasan yang sensasinya sulit terlupakan. Dia tidak bisa berkata apa-apa selain dari tetesan air mata bahagia. "Terima kasih, ya Allah, engkau telah memberiku rezeki sehingga bisa berbagi," gumamnya.

Tak lama kemudian, datanglah karunia yang kedua. Ponselnya tiba-tiba berbunyi, dilihatnya sebuah pesan dari atasannya kalau dia tidak perlu lagi mengejar si Pejabat karena ada narasumber lain yang lebih kompeten yang siap diwawancara seorang rekannya. Dia hanya memberi penugasan untuk meliput sebuah acara syukuran di salah satu hotel berbintang.

Karunia Allah yang ketiga pun segera datang. Di sela-sela acara liputan di hotel itu, sang Wartawan dipersilakan oleh panitia untuk menikmati hidangan mewah yang tersedia sepuasnya. Menjelang pulang, dia mendapatkan sebuah doorprize dan beberapa buah bingkisan sebagai ucapan terima kasih dari pihak penyelenggara. "Malam yang indah ...," ujarnya.

13 Pesan Masuk:

Amir Mahmud said...

Kisah yang sangat inspiratif...
Izin copas ya Mas...:)

Frans Setiagung said...

mas Amir silahkan-silahkan bisa disebar atau copy semua isi blog ini...


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

amir mudrajad said...

alloh memang maha besar

eko said...

Alloh memang maha pemurah. Balasan untuk sedekah hambanya berlipat-lipat

Anonymous said...

Hello, Neat post. There is a problem with your website in internet
explorer, could check this? IE nonetheless is
the market chief and a good component of folks will
leave out your excellent writing due to this problem.


my homepage - free online meeting

Anonymous said...

I am rеally impressed with youг writing sκills and alsо with thе lаyout οn your weblog.
Iѕ this a ρаid theme or did you modіfy it yourself?
Αnyway keep up the exсеllent quality writing, it is rаre to ѕee a niсе blog liκe thіs one noωaԁaуs.


My weblog; Windows xp free download with product key

KINOKI CLEANSING DETOX FOOT PADS said...

Alhamdulillah pak ustadz, hatur nuhun....sangat inspiratif

Anonymous said...

Right now it sounds like Wordpress is the best blogging platform available right now.

(from what I've read) Is that what you are using on your blog?

Feel free to surf to my blog website now

Anonymous said...

hello there and thank you for your information – I have certainly picked
up something new from right here. I did however expertise some technical issues using this site, as I
experienced to reload the website a lot of times previous
to I could get it to load properly. I had been wondering if
your web hosting is OK? Not that I am complaining, but
slow loading instances times will very frequently affect your placement
in google and could damage your high quality score if ads and marketing with Adwords.

Well I am adding this RSS to my e-mail and can look out for much more
of your respective exciting content. Make sure you update this again soon.


My web blog :: 21 Day Sugar Detox Scam

Anonymous said...

whoah this weblog is wonderful i really like reading your articles.
Keep up the good work! You already know, a lot of people are looking
round for this info, you could help them greatly.

Feel free to visit my blog ... best way to lose weight

Anonymous said...

Great wеbsite уou haνe here but I
was curious abοut if you knew of anу mesѕage boards that coveг the same topiсs talked about here?
I'ԁ гeally love to be a part of online сommunity whеre I can gеt feed-baсk from other knowledgeable indiνidualѕ that shaгe the samе іntеrest.

If you have any suggestions, ρlеase let me know.

Thanks!

my ωeb-site - 21 Day Sugar Detox PDF

KOPZIS said...

Subhanallah...kuasa allah mengatur kehidupan.

Program Akunting said...

Allahu Akbar...

Post a Comment

Indahnya Berbagi - ALLAH MAHA KAYA
Pena Sahabat Kisah Keajaiban Sedekah & Cerita Islam

Posting

Posting
SEMUA MILIK ALLAH SWT.

Pesan Via FACEBOOK (komen yang berhubungan dengan promo akan kami hidden)

 
Design by Warnet Affanet | Bloggerized by Affanet - Premium Blogger Themes | Jiwasedekah Blog's