INFO BLOG :

15 June 2011

Bisa Berbagi dengan Anak Yatim, Akibat Sedekah


Bisa Berbagi dengan Anak Yatim, Akibat Sedekah

Minggu sore itu sudah menunjukkan pukul setengah tiga. Suasana mulai terasa adem, menggantikan teriknya matahari yang memancar sesiang tadi. Nampaklah segerombolan remaja tengah bersenda gurau di sebuah rumah, di kawasan Depok.

Ketika Tsunami Datang...


Ketika Tsunami Datang...
Pagi itu, Fahmi tengah duduk santai di rumahnya. Menikmati udara pagi yang sejuk dan menikmati secangkir teh dan roti yang telah disediakan istrinya. Maklum saja ia sedang menganggur sehabis keluar dari tempatnya kerja dulu. Jadi ia bisa menikmati hari-hari di rumahnya, meski pusing juga memikirkan nafkah bagi istri dan dua anaknya yang masih kecil-kecil.

Sedekah tanpa menunggu diri ini ikhlas terlebih dahulu.


Sedekah tanpa menunggu diri ini ikhlas terlebih dahulu...kalau blm ikhlas juga...sedekah saja lagi..
Sedekah tanpa menunggu diri ini ikhlas terlebih dahulu.

Pagi itu, setelah kembali dari shalat Subuh di Mushalla dekat rumahnya, Pak Shannif ingin sekali bersilaturrahim ke kantor sahabatnya yang lama tak ditemuinya. Setelah mandi dan berpakaian, dia pun memanaskan mobilnya sambil menikmati secangkir kopi yang telah disiapkan oleh istrinya.

Sedekahmu Pasti Berbalas!


Sedekahmu Pasti Berbalas!

Pantai Nusa Dua Bali, pada suatu sore.

Kami sedang bokek berat. Ups, nggak bokek banget sebenarnya! Hanya saja, uang yang ada telah kami alokasikan untuk membayar sejumlah tagihan dan kebutuhan lain. Jadi, terpaksa bekal piknik kami sore itu hanyalah sehelai tikar dan beberapa botol air putih.

Sedekah Meringankan takdir

 Sedekah Meringankan takdir

Sedekah Meringankan takdir
 “Good morning, Pak Gland, what’d happened with your neck?” sapaku pada Bosku yang pagi itu datang dengan kondisi berbalut penyangga leher; yang disambut Bosku dengan cerita panjang lebar penyebab balutan dilehernya, bagaimana saat liburan akhir minggu disuatu daerah pariwisata, ternyata motor yang ditumpangi bersama rekannya, terpelanting ditikungan dan terseret di jalanan berpasir dan akibat peristiwa itu, salah urat pada leher membuatnya sulit untuk digerakkan dan harus dirawat dua hari dirumah sakit tempatnya berlibur.

Matematika Gaji dan Logika Sedekah


Matematika Gaji dan Logika Sedekah
Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

Sedekah Doa Adik Pada Kakaknya

Sedekah Doa Adik Pada Kakaknya
Dua laki-laki bersaudara bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama belajar agama islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Sedekah Nenek Pemungut Daun


Sedekah Nenek Pemungut Daun

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid

Posting

Posting
SEMUA MILIK ALLAH SWT.

Pesan Via FACEBOOK (komen yang berhubungan dengan promo akan kami hidden)

 
Design by Warnet Affanet | Bloggerized by Affanet - Premium Blogger Themes | Jiwasedekah Blog's